jump to navigation

Kok Masih Ada Yang Miskin ? November 3, 2008

Posted by yohandromeda in Uncategorized.
trackback

Miskin, Kaya Sunatullah?

 

Inilah pertanyaan besar yang harus di jawab secara jujur dan proporsional. Sebab bisa jadi faktor munculnya kemiskinan yang cenderung makin bertambah ini, karena belum diberdayakannya fungsi zakat seperti yang digariskan oleh Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw.

Padahal dalam realitas sejarah pernah dibuktikan bahwa melalui zakat dapat menghindarkan munculnya masyarakat miskin dan gejala sosial yang tidak baik. Contoh yang nyata yaitu pada pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dimana dalam waktu lebih kurang dua setengah tahun pemerintahannya, zakat benar-benar berfungsi dan mencapai sasaran seperti dikehendaki oleh Allah sesuai dengan ashnaf yang delapan.

Allah Swt sendiri telah memberikan prioritas bahwa yang pertama menerima zakat tersebut adalah kalangan fakir dan miskin. Maka perlu prioritas pemberian zakat kepada dua golongan tersebut. Dengan arti kata dalam pembagian tersebut lebih cenderung kepada orangnya dari pada praktek pembagiannya.

Lembaga zakat dalam prakteknya banyak mengalami hambatan. Sesuai dengan aturan pemerintah, sebetulnya zakat itu dikelola pemerintah, hanya dalam kasus seperti ini banyak hambatan. Salah satunya, pertama karena tidak ada kepercayaan muzakki pada pemerintah, kedua karena sang muzakki memang susah membayar zakatnya.

Selain itu, kenapa zakat harus dikelola sebuah lembaga zakat, karena kalau muzakki langsung memberikan kepada mustahik bisa jadi harga diri mustahiq jatuh. Kalau orang miskin diberi zakat, orang kaya selalu merasa tangan di atas dan merasa menyuruh ini dan itu. Kalau misalnya tetangga kita atau pembantu kita diberi zakat, seolah-olah itu uang kita, bukan uang hak dia. Dan itu menghancurkan harkat mustahik.

Maka perlu dikumpulkan amil supaya terhimpun dana yang besar dan kita bisa membangun industri besar untuk orang-orang miskin dan itu sangat besar manfaatnya. Kalau 10 ribu, satu juta di berikan sendiri-sendiri, apa mungkin kita bisa membangun pengembangan ekonomi sebesar-besarnya. Jadi perlu terobosan bersama.

Selain itu amil harus jujur, amanah dan transparan. Transparan ini sebetulnya bisa kita lihat dari laporan keuangan. Amil memberikan laporan keuangan sejak dari awal berdirinya. Dibuat laporan keuangan dan diaudit akuntan publik. Kemudian di publikasikan kepada masyarakat luas.

Sistem ekonomi Islam itu jika diterapkan, dapat mengentaskan kemiskinan. Tapi jangan mimpi bahwa zakat adalah satu-satunya alternatif menanggulangi kemiskinan. Jangan pernah bermimpi jika amil yang berjumlah 500 hingga 1000 orang bisa menanggulangi kemiskinan yang jumlahnya jutaan orang. Dalam Islam, penanggulangan kemiskinan ada beberapa. Pertama, dengan bekerja. Kedua jaminan sanak famili. Ketiga jaminan negara. Keempat penanggulangan kemiskinan dengan zakat.

Terdapat beberapa faktor mengapa kemiskinan masih ada, pertama adanya kebijakan dari pemerintah yang belum berpihak kepada kepentingan kesejahteraan rakyat. Kenyataan membuktikan keberpihakan itu lebih besar diberikan kepada pejabat dan pengusaha yang telah mampu memenuhi kebutuhannya secara besar.

Kedua, lemahnya sosialisasi terhadap program ekonomi Islam. Padahal keberadaan ekonomi dan kewajiban menunaikan zakat dalam pandangan Islam merupakan hal yang Dharuri (penting), serta adanya pengecilan arti kegiatan ekonomi pada lingkungan terbatas.

Ketiga, belum berjalannya kewajiban menjalankan sistem ekonomi yang islami oleh umat Islam dalam aspek pembayaran zakat. Masih kurangnya perhatian terhadap pembinaan ekonomi umat secara baik dan berkelanjutan.

Padahal Islam telah menjelaskan bahwa rezki itu 90 persen berasal dari usaha perdagangan dan sepuluh persen dari yang lainnya. ***

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.